Editor secara independen meninjau semua yang direkomendasikan dan mungkin terdapat link affiliasi yang dapat memberi komisi jika terjadi pembelian. Pelajari lebih lanjut di Content Guidelines

Cara Membuat Isi CV yang Baik dan Benar

Isi CV yang baik dan benar merupakan hal yang sangat penting dan dibutuhkan saat sedang melamar pekerjaan. Semakin menarik dan relevan sebuah CV dengan kualifikasi pekerjaan akan membuat CV lebih stand out disaat persaingan mencari kerja kini semakin ketat.

Sebab isi CV merupakan kontak awal pelamar dengan HRD dan sebuah cara untuk menunjukan kelebihan diri agar bisa berhasil melewati proses seleksi tahap pertama sehingga membuka peluang untuk bisa ke tahap selanjutnya.

Berdasarkan data dari teamstage.io tentang CV, rata-rata HRD hanya membutuhkan waktu dibawah 10 detik untuk membaca CV pelamar. Dan dari semua CV yang diterima hanya 35% yang memenuhi syarat dan 2-3% yang lanjut ke tahap interview kerja.

Artinya di tahap pertama ini akan banyak sekali CV kandidat yang tidak lolos.

Jadi sudah sewajarnya sebagai jobseeker, menyiapkan CV lamaran kerja yang menarik sehingga bisa membuat HRD tertarik untuk mencari tahu lebih lama tentang Anda.

Pada artikel ini akan dijelaskan secara lengkap bagaimana membuat cv yang baik dan benar. Dan dengan beberapa tips serta contoh template CV yang bisa Anda tiru.

Apa itu CV (Curriculum Vitae)?

CV atau curriculum vitae adalah dokumen tertulis yang berisi tentang informasi daftar riwayat hidup seseorang dalam konteks profesional. Yang berisi ringkasan lengkap tentang, data diri, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, keterampilan, dan prestasi seseorang. Dengan tujuan untuk memberikan gambaran kualitas dan kredibilitas calon pelamar. CV umumnya digunakan dalam proses seleksi penerimaan kerja atau untuk melamar beasiswa pendidikan.

Untuk menyusun CV yang baik dan benar, perlu mengikuti format yang jelas dan terstruktur, serta menyoroti pencapaian yang relevan agar dapat memberikan kesan yang baik dan memberikan gambaran yang lengkap, terperinci, dan menarik tentang kemampuan dan kualifikasi seseorang untuk posisi yang sedang dilamar.

Membuat CV bisa dilakukan di aplikasi pengolah kata seperti (Microsoft Word dan Google Doc), atau aplikasi CV maker seperti, Canva, Cakeresume, Novoresume, dan masih banyak lagi.

Apa Saja Isi CV Lamaran Kerja?

Umumnya isi CV lamaran kerja yang baik dan benar mencakup informasi yang relevan dan penting untuk menggambarkan latar belakang, kualifikasi, dan pengalaman seorang pelamar kepada calon pemberi kerja.
Contoh format isi CV lamaran kerja
Berikut mengenai apa saja isi CV lamaran kerja:

  1. Identitas diri seperti nama lengkap dan informasi kontak pelamar yang bisa dihubungi
  2. Pengalaman kerja sebelumnya beserta informasi pencapaian yang diperoleh selama masa kerja. Bisa juga pengalaman magang atau pengalaman organisasi jika tidak memiliki pengalaman kerja
  3. Keahlian yang dimiliki pelamar namun harus disesuaikan dengan posisi pekerjaan yang sedang dilamar
  4. Pendidikan formal dan non-formal, yang disusun mulai dari pendidikan terakhir hingga yang terbaru
  5. Sertifikat yang dapat memvalidasi dan meningkatkan kredibilitas keahlian pelamar (opsional)
  6. Portfolio yang berisi dokumentasi pekerjaan yang pernah dilakukan (opsional)

Cara Membuat CV yang Baik dan Benar

Untuk membuat CV yang baik dan benar agar bisa menarik perhatian HRD, ada beberapa langkah-langkah yang harus Anda ikuti:

  1. Pilih Format Tamplate CV yang Tepat
  2. Sesuaikan dengan Pekerjaan yang Dilamar
  3. Gunakan Bahasa yang Jelas dan Singkat:
  4. Cantumkan Nama dan Informasi Kontak yang Lengkap
  5. Buat Personal Statement yang Menarik
  6. Cantumkan Pengalaman Kerja yang Relevan
  7. Tambahkan Skills yang Relevan
  8. Cantumkan Background Pendidikan
  9. Tambahkan Sertifikat Pendukung
  10. Periksa ulang CV dan perbaiki kesalahan
  11. Selalu Perbarui CV

1. Pilih Format Template CV yang Tepat

Langkah pertama sebelum membuat CV, Anda harus memilih format template CV yang ingin digunakan dan sesuai dengan kebutuhan Anda, seperti CV ATS (tradisional) atau CV kreatif. Dan memastikan layout nya teratur, font mudah dibaca, dan profesional.
CV Classic atau CV Creative

2. Sesuaikan dengan Pekerjaan yang Dilamar

Saat membuat CV, selalu sesuaikan CV Anda dengan posisi pekerjaan yang dilamar. Baik secara kualifikasi, pengalaman, dan keterampilan yang paling relevan dengan pekerjaan tersebut.

Caranya dengan memasukan keyword atau kata kunci yang disesuaikan dengan isi dari requirements pekerjaan. Tujuannya untuk memudahkan HRD membaca CV Anda atau memudahkan applicant tracking system (ATS) menemukan kesesuaian CV yang Anda kirim dengan kualifikasi pekerjaan.

3. Gunakan Bahasa yang Jelas dan Singkat

Saat membuat CV sebisa mungkin menggunakan bahasa yang jelas, singkat, dan padat. Tujuannya agar CV tidak terlalu panjang. Hindari typo (salah ketik) dan penggunaan kata-kata yang rumit atau jargon yang terlalu teknis.

Menurut Fool.com, sekitar 77% recruiter akan mendiskualifikasi CV yang terdapat kesalahan tata bahasa atau typo.

4. Cantumkan Nama dan Informasi Kontak yang Lengkap

Sekarang saatnya membuat CV yang baik dan benar. Dimulai dengan mencantumkan identitas diri dan alamat kontak yang biasanya diletakan di bagian header atau bagian kiri CV.

Format identitas diri dan alamat kontak biasanya terdiri dari:

  • Nama Lengkap
  • Nama Pekerjaan atau Posisi
  • Nomor telepon
  • Email
  • Media sosial (Contoh: LinkedIn)
  • Lokasi Tempat Tinggal
  • Portfolio
Maka CV akan terlihat seperti dibawah ini:

Nama dan kontak di CV
Tips:

  • Untuk nama jabatan atau pekerjaan, bisa membuat nama sesuai pekerjaan Anda sebelumnya, atau nama pekerjaan yang ingin dilamar
  • Untuk nama email sebaiknya gunakan nama email yang profesional
  • Jangan lupa memasukan media sosial seperti LinkedIn. Agar perekrut bisa mencari tahu lebih detail tentang Anda
  • Isikan link yang mengarah ke kontak, email, media sosial dan portfolio
  • Lokasi cukup diisi dengan nama wilayah atau bisa juga ditambahkan nama negara. Tidak perlu menuliskan alamat tempat tinggal secara lengkap

5. Buat Personal Statement yang Menarik

Personal statement merupakan kata-kata singkat berisi ringkasan pribadi tentang karir profesional atau pendidikan. Yang bertujuan untuk menunjukan kualifikasi pelamar agar menarik perhatian calon pemberi kerja, namun tetap dibuat serelevan mungkin dengan kualifikasi pekerjaan.

Personal statement bisa berupa profile summary ataupun career objective

  • Profile Summary - fokus kepada ringkasan pengalaman atau prestasi
  • Career Objective - fokus kepada tujuan, keterampilan atau pun pendidikan (bukan pengalaman kerja)
Jika sebelumnya Anda memiliki pengalaman kerja, menggunakan profile summary akan lebih baik. Tapi jika Anda belum memiliki pengalaman kerja sama sekali, atau seorang yang ingin beralih ke profesi yang baru, personal statement berupa career objective lebih tepat.

Contoh menulis summary disesuaikan dengan skills
Contoh perbedaan menulis profile summary dan career objective:

Profile Summary

Social media specialist yang berfokus pada results-oriented dengan pengalaman selama 2 tahun membuat dan menjalankan social media strategy, content marketing dan KOL untuk perusahaan media online dengan berhasil menumbuhkan followers sebanyak 100k.

Career Objective

Dinamis, adaptif dan tech savvy. Lulus sebagai Sarjana Ilmu Komunikasi membuat saya tertarik dalam menulis dan mengamati fenomena trending. Dan untuk meningkatkan skill tulisan saya, saya belajar tentang SEO dan Content Marketing. Platform media sosial dan blog saya manfaatkan untuk sarana produktivitas sejak tahun 2021. Dan sekarang saya ingin mengambil kesempatan untuk bekerja secara profesional sebagai SEO Content Writer.

6. Cantumkan Pengalaman Kerja yang Relevan

Pengalaman kerja yang relevan bukan berarti pelamar hanya boleh mencantumkan pengalaman kerja yang sama persis dengan posisi yang dilamar. Tetapi maksudnya adalah kandidat mencantumkan pengetahuan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk pekerjaan yang dilamar atau umumnya disebut transferable skills.

Pengalaman kerja bisa diambil dari pengalaman kerja profesional, magang, volunteer, pengalaman organisasi, dan sebagainya.

Untuk menambahkan pengalaman kerja di CV bisa dimulai dari yang terbaru kemudian pekerjaan yang lama dan difokuskan pada pencapaian serta tanggung jawab pekerjaan yang relevan.

Contoh pengalaman kerja di CV
Lebih jelasnya, format penulisan pengalaman kerja di CV sebagai berikut:

  1. Nama Perusahaan
  2. Jabatan
  3. Periode Kerja
  4. Pencapaian atau prestasi
Contoh lainnya cara menulis pencapaian pengalaman kerja yang benar di CV:

Posisi: SEO Specialist
  • Menjalankan SEO strategi untuk website baru, dan berhasil menaikan peringkat website dari halaman 3 ke halaman 1 untuk 10+ keyword kompetitif
  • Meningkatkan traffic organic sebesar 115% dan meningkatkan engagement website sebesar 10%
  • Membuat laporan mingguan dan bulanan berdasarkan data dan memberikan insight serta rekomendasi untuk step berikutnya
Tips:

Sebelum membuat pencapaian pekerjaan sebelumnya, lebih baik pahami terlebih dahulu isi dari requirements pekerjaan. Agar Anda tahu keterampilan dan tanggung jawab apa yang dibutuhkan perusahaan untuk mengisi posisi tersebut.

7. Tambahkan Skills yang Relevan

Untuk membuat skills didalam CV yang baik dan benar. Bagian skills bukan dibuat untuk menunjukan seberapa banyak keterampilan yang Anda miliki. Tetapi harus dibuat berdasarkan relevansi dengan pekerjaan yang dilamar.

Biasanya, di dalam lowongan pekerjaan sudah diberitahukan keterampilan apa yang mereka cari untuk posisi tersebut, misalnya:
Contoh requirements lowongan kerja
Jika dilihat dari requirements lowongan pekerjaan diatas, bisa dilihat bahwa perusahaan mencari kandidat yang memiliki:

  • Hard Skills: FB Ads Manager, Google Ads, TikTok Ads, dan Shopee Ads
  • Soft Skills: Komunikasi 
Jadi, saat ingin menambahkan skills penting untuk memahami isi dari requirements pekerjaan agar keterampilan yang Anda miliki sesuai dengan kualifikasi yang dicari perusahaan.

Tips:

  • Saat menambahkan keterampilan, untuk soft skills cukup memasukan 1 atau 2 kemampuan yang relevan
  • Tidak perlu menggunakan elemen visual seperti bintang, persentase bar, atau angka untuk mengukur seberapa mahir kemampuan yang Anda miliki
  • Jika ingin menggambarkan seberapa mahir kemampuan yang dimiliki, carilah skill yang memang bisa diukur (Contoh: Bahasa Inggris)
  • Untuk memberikan penilaian cukup menggunakan kata, Proficient, Intermediate, Beginner (Contoh: Bahasa Inggris - Proficient)

8. Cantumkan Background Pendidikan

Hal penting lainnya untuk membuat cv yang baik dan benar adalah menambahkan background pendidikan. Bagian pendidikan dapat mencakup riwayat pendidikan formal maupun non-formal, dan disusun mulai dari pendidikan terakhir hingga yang terbaru.

Untuk format pendidikan formal biasanya mencakup:

  • Nama sekolah/universitas
  • Jangka waktu studi
  • Jurusan
  • Gelar (opsional)
  • Gelar kehormatan akademis (opsional)
  • Nilai/IPK (opsional)
  • Materi yang dipelajari (opsional)

Untuk format pendidikan non-formal biasanya mencakup:

  • Nama program
  • Nama institusi
  • Tahun Belajar
  • Deskripsi program yang dipelajari
Berikut contoh menulis riwayat pendidikan di CV:

Contoh riwayat pendidikan di CV
Tips:

  1. Jika memiliki gelar dari perguruan tinggi, jangan sebutkan nama SMA sama sekali
  2. Gelar kehormatan boleh ditambahkan seperti Cum Laude, Magna Cum laude, Summa Cum Laude, dan lainnya
  3. Nilai/IPK bersifat opsional, tapi jika Anda fresh graduate diperbolehkan menambahkan nilai/ IPK kedalam CV
  4. Format penulisan IPK (GPA) biasanya 3.00/4.00

9. Tambahkan Sertifikat Pendukung

Walau dalam kebanyakan lowongan kerja masih bersifat opsional, namun beberapa posisi ada yang mewajibkan sertifikat sebagai syarat untuk melamar pekerjaan.

Menambahkan sertifikat yang masih relevan dengan posisi yang dilamar sangat dianjurkan karena akan memvalidasi kemampuan atau kompetensi yang Anda miliki sehingga lebih meyakinkan.

Sertifikat yang dapat dicantumkan bisa dari lembaga pelatihan sertifikasi profesi, kursus atau bootcamp bahkan sertifikasi online gratis atau berbayar seperti HubSpot, Google Garage, Udemy atau Coursera.

Sertifikat juga penting bagi pelamar yang belum memiliki pengalaman kerja, dengan mencantumkan sertifikat akan memberi nilai positif karena telah menunjukan langkah pertama untuk menunjukan ketertarikan Anda dengan posisi yang dilamar.

Menambahkan sertifikat di CV
Tips:

  • Sertifikat yang dicantumkan sesuai dengan skills dan personal statement yang dibuat
  • Cukup tuliskan nama penerbit sertifikat
  • Tambahkan link yang mengarah ke sertifikat (gunakan google drive) dan pastikan juga dapat diakses oleh siapa saja

10. Periksa Ulang CV

Sebelum mencetak atau mengirimkan CV yang Anda buat. Hal terakhir yang harus Anda lakukan adalah periksa ulang CV secara menyeluruh.Pastikan tidak ada kesalahan ejaan, kesalahan tata bahasa, atau kesalahan lainnya. Yang dapat membuat Anda gagal ke tahap selanjutnya

11. Selalu Perbarui CV

Kesalahan yang banyak dilakukan kandidat saat melamar kerja adalah hanya menggunakan satu CV untuk semua jenis pekerjaan. Padahal menurut teamstage.io sekitar 63% perekrut lebih menyukai curriculum vitae yang disesuaikan dengan posisi pekerjaan.

Karena setiap lowongan pekerjaan memiliki kualifikasi yang berbeda-beda. 

Contoh Template CV yang baik dan benar

Untuk lebih mudah membuat curriculum vitae atau CV. Ada beberapa template yang bisa Anda tiru dan disesuaikan dengan kebutuhan.

1. Contoh Template CV Fresh Graduate

Contoh template CV fresh graduate

2. Contoh Template CV Bahasa Inggris

Contoh template CV bahasa inggris

3. Contoh Template CV Kreatif


Contoh Template CV kreatif

4. Contoh Template CV ATS

Contoh template CV ATS
Demikianlah cara membuat CV (curriculum vitae) yang baik dan benar yang bisa Anda ikuti untuk membuat CV lebih menarik dan meningkatkan peluang lolos ketahap berikutnya. 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url